Mengalami Sejarah: Menubuh atau Berjarak?

Diorama Monumen Nasional merupakan satu dari sekian konstelasi diorama yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Selain Diorama Monas, mungkin Diorama Lubang Buaya versi 1:1 juga dapat dibayangkan untuk memahami upaya negara dalam menetapkan suatu situs sebagai artefak sejarah. Dua diorama ini pernah saya kunjungi sebelumnya, Diorama Lubang Buaya saat kunjungan edukasi Sekolah Dasar sekitar tahun 2006, —

Kuliah Bersama Akbar Yumni: Sejarah Publik vs Sejarah Objektif

Perkembangan terakhir dari Filsafat Sejarah, salah satunya dibahas oleh Gadamer lewat studi Hermeneutikanya. Dalam sudut pandangnya itu, sejarah kemudian dapat dilihat sebagai sesuatu yang terbuka. Semisal orang yang sedang membaca sejarah, dia sendiri adalah bagian dari sejarah. Sejarah pada hakikatnya tidak dapat digenggam atau tidak dapat diobjektifkan. Kritik ini disampaikan lewat analogi ikan dalam akuarium—ikan —

Kuliah Bersama Gesyada Annisa Siregar: Pembacaan Terhadap Tiga Non-Nashar dengan Metode Patrap Triloka

Sebagai bagian dari upaya memahami perkembangan senirupa dan mempelajari cara-cara untuk melihat kembali perkembangan tersebut, Gesya Annisa Siregar, pegiat seni lulusan Institut Kesenian Jakarta, berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam menyelesaikan penelitian tentang salah seorang tokoh senirupa Indonesia, Nashar, yang ia ajukan sebagai tugas akhir untuk meraih gelar Sarjana 1 di bidang senirupa. Presentasi tersebut dilakukan —