Kuliah Bersama Ade Darmawan: Menjadi Seniman

 

“Menurut lo seniman yang baik itu yang kayak apa?”

Ade Darmawan membuka sesi kuliahnya dengan pertanyaan di atas yang bikin senyum-senyum seluruh peserta diskusi yang pada hari Rabu, 1 Maret 2017 itu hadir di ruang rapat, Hall A1, Gudang Sarinah. Satu-persatu peserta pun mulai menjabarkan kriteria-kriteria “seniman yang baik” menurut definisinya masing-masing, yang di —

Kuliah bersama Cecil Mariani: Konstruksi Mitos dalam Desain

Membincangkan diorama kadang kala tak bisa lepas pula dari kehadiran kisah-kisah di dalamnya. Sebagian besar kisah ternarasikan secara gamblang, namun sisa-sisanya kadang kala hanya menjadi kisah-kisah tak terdengar dari figur-figur bisu. Seringkali pula, kisah-kisah, baik yang ternarasikan secara gamblang maupun tidak, kemudian menjadi bagian dari mitos yang bergulir di antara bisik-bisik warga hingga tertanam menjadi —

Kuliah bersama Mahardika Yudha: Mengenal Arsip

Saya ingat betul, hari itu tiba-tiba Otty Widasari menyerahkan sebuah buku kecil yang tebal berwarna coklat. Katanya, itu untuk saya yang kebetulan suka menulis dengan rapi. Tentu saya girang bukan main, meski jujur kerapian menulis saya adalah hal yang sungguh bisa diperdebatkan. Jadilah buku hadiah Otty menjadi media pencatat yang secara rutin merekam pula aktivitas —

Kuliah Bersama Hikmat Budiman: Mengalami Sejarah

Pada hari Selasa, 18 Oktober, 2016, sebagai bagian dari rangkaian proyek seni Diorama, kami berkesempatan untuk berbincang dengan pakar sosiologi, yaitu Hikmat Budiman. Pertemuan pertama kami saat itu  diadakan di Yayasan Interseksi untuk mendiskusikan temuan-temuan kami mengenai diorama-diorama yang ada di Monumen Nasional, Jakarta.

Sebelumnya, Hikmat Budiman menjelaskan terlebih dahulu sejarah diorama secara kronologis. Diorama —

Kuliah Bersama Akbar Yumni: Sejarah Publik vs Sejarah Objektif

Perkembangan terakhir dari Filsafat Sejarah, salah satunya dibahas oleh Gadamer lewat studi Hermeneutikanya. Dalam sudut pandangnya itu, sejarah kemudian dapat dilihat sebagai sesuatu yang terbuka. Semisal orang yang sedang membaca sejarah, dia sendiri adalah bagian dari sejarah. Sejarah pada hakikatnya tidak dapat digenggam atau tidak dapat diobjektifkan. Kritik ini disampaikan lewat analogi ikan dalam akuarium—ikan —

Kuliah Bersama Ade Darmawan: Adakah Karya yang (Tidak) Kreatif?

Proses berkarya, menjadi bahan bahasan dalam kuliah Senin malam, 17 Oktober, 2016, di halaman belakang Forum Lenteng. Ade Darmawan, seorang lulusan Seni Rupa ISI Yogyakarta dan kini Direktur ruangrupa, membuka diskusi dengan judul di atas setelah salah seorang tim Diorama bercerita tentang proyek seni yang sedang berlangsung. Lantas beliau bertanya, karya apa yang akan kami —