Merombak Warisan, Menyetir Sejarah: Penyelewengan Diorama Museum Sejarah Monumen Nasional

Monas itu stempel kepribadian Sukarno. Ini kata Roosseno Soerjohadikoesoemo. Saat itu, 13 September 1962, Roosseno menyampaikan pidatonya sebagai promotor penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dalam ilmu teknik dari Institut Teknologi Bandung kepada Presiden Sukarno. Peristiwa itu hanya selang setahun lebih dari pemancangan tiang pertama Monumen Nasional (Monas) oleh Presiden Sukarno pada 17 Agustus 1961.—

Persepsi Dimensi Bolak Balik

Sejak awal, saya merasa sangat terbatasi saat melihat diorama. Bagaimana tidak, melalui hadirnya ‘batas’ besi, kaca dan pencahayaan, saya tidak benar-benar merdeka untuk memahami narasi saat itu dan saya merasa kemerdekaan itu justru hanya ada di dalam diorama. Keresahan itu mulai saya rasakan ketika lingkup lihat maupun gerak saya terbatasi oleh ruang. Bagaimanapun, kita selalu —

Gegar Balik Narasi

Kejutan dari Visual Pertempuran

Sebuah ledakan terlihat membumbung nyaris di ujung horizon. Awan berwarna ungu mengepul ke angkasa selagi di bawahnya sebuah panser menodong ke kejauhan ke arah musuh. Di depan panser, orang-orang berserakan bersama puing-puing. Mereka tengah tiarap mengintai musuh selagi beberapa lainnya terluka dan tewas. Di pojokan kanan terlihat seseorang berpakaian putih tengah —

Kejelitaan yang Disunting

Romantisisme alam yang jelita, atau yang biasa dikenal dengan terma mooi Indie, menjadi piihan estetika utama yang cukup populer di kalangan pelukis Eropa pada masa penjajahan di Indonesia. Banyak para pelukis Eropa yang merekam keindahan alam Hindia-Belanda (Indonesia) untuk dibawa atau mungkin juga dipamerkan ke kampung halaman mereka. Ernts Haeckel, misalnya, salah seorang profesor biologi —

Jembatan Transparan

Mengunjungi Monas

Pertama kali saya menginjak Monas mungkin kira-kira sembilan tahun yang lalu, ketika saya mulai menetap di Ibukota bersama ibu dan adik-adik saya. Saat itu, bapak saya yang harus tinggal terpisah dari kami sedang mengunjungi Jakarta dan mengajak keluarga kecilnya untuk berwisata ke Monas hanya karena anggapan beliau bahwa “Bukan orang Jakarta namanya jika —

Mengalami Sejarah: Menubuh atau Berjarak?

Diorama Monumen Nasional merupakan satu dari sekian konstelasi diorama yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Selain Diorama Monas, mungkin Diorama Lubang Buaya versi 1:1 juga dapat dibayangkan untuk memahami upaya negara dalam menetapkan suatu situs sebagai artefak sejarah. Dua diorama ini pernah saya kunjungi sebelumnya, Diorama Lubang Buaya saat kunjungan edukasi Sekolah Dasar sekitar tahun 2006, —