Kuliah Bersama Ade Darmawan: Adakah Karya yang (Tidak) Kreatif?

Proses berkarya, menjadi bahan bahasan dalam kuliah Senin malam, 17 Oktober, 2016, di halaman belakang Forum Lenteng. Ade Darmawan, seorang lulusan Seni Rupa ISI Yogyakarta dan kini Direktur ruangrupa, membuka diskusi dengan judul di atas setelah salah seorang tim Diorama bercerita tentang proyek seni yang sedang berlangsung. Lantas beliau bertanya, karya apa yang akan kami buat, apakah visual atau teks (tulisan)? Saat itu, kami belum memutuskan akan membuat karya apa untuk proyek seni Diorama. Beliau pun mengarahkan kami untuk selalu menempatkan publik di luar karya, karena karya yang dihasilkan adalah vokabuler yang terkumpul selama belajar. Pengamatan, momentum, atmosfer selama pembelajaran adalah proses. Proses adalah hal yang sangat inti dalam berkarya.

Kuliah bersama Ade Darmawan di Forum Lenteng (Foto: Hafiz Rancajale).

Ketika melakukan riset, apapun itu, sertakanlah imajinasi. Bebaskan pemikiran, ‘bermain’, dan bahasakan! Imajinasi akan membuat kita berpikir akan estetika. Estetika adalah sense of visual, segala hal yang bisa kita lihat secara visual. Secara harfiah, estetika bisa diartikan sebagai filsafat keindahan. Warna, ruang, rupa, rasa, dan lainnya yang menimbulkan sensitivitas. Contoh paling mudah adalah fashion, atau pakaian, yang biasanya menggabungkan bentuk, rupa, dan warna untuk menampilkan image tertentu, dan juga selalu berubah-ubah estetikanya sesuai dengan agen-agen di baliknya.

Dalam membuat karya, setiap orang akan bertemu kendalanya masing-masing. Masalah yang paling besar bukanlah dengan orang lain, melainkan dengan diri sendiri, yaitu kritik diri. Terlalu cepat melakukan self-critique, yang akan kerap menjadi masalah dalam proses berkarya. Ketidakyakinan dan tidak percaya diri akan meruntuhkan si pengkarya. Namun, menurut Ade Darmawan, pengkarya membutuhkan frame untuk menjaga diri si pengkarya keluar dari apa yang tidak merepresentasikan dirinya. Juga akan ada teknik-teknik yang akan mengubah pandangan visual dalam proses berkarya.

Di akhir diskusi, sebelum beranjak, beliau meminta kami untuk mendengarkan sebuah lagu untuk kami pahami liriknya. Berikut penggalan lirik lagunya:

“Once you want to free your mind about a concept of harmony and music being correct, you can do whatever you want. So, nobody told me and there was no preconception of what to do.” – Giorgio By Moroder, Daft Punk